Sejarah Desa Long Bena

not image

Pada awalnya sejarah asal-usul masyarakat desa long bena dari malaysia . Selanjutnya masyrakat suku kenyah badeng berpindah tempat dari badeng menuju Sungai bahau tepat bearada di Sungai Peleran. Perjalanan ini di pimpin oleh kepaala suku yang Bernama MERING LIWAI. 

Masyarakat suku kenyah badeng membangun pemukiman di sunga peleran tidak di ketauhi tahun dan waktu bermukim di paliran. Pada suatu hari masyarakat suku badeng di Long Peleran mendapatkan musibah yaitu penyakit. Penyakinya menyerang masyarakat yang ada di pemukiman peleran. Penyakit yang menyerang masyarakat adalah penyakit yang sangat mematikan banyak masyarakat suku kenyah badeng yang meninggal dunia. Masyarakat suku kenyah badeng mulai panik dan kawatir akan keadan mereka sehingga pada akhir masayarakat yang ada di peleran berpencar mencari tempat tinggal yang aman. Sebagian masyarakat melakukan perjalanan menuju hulu Sungai lurah dan sampai di Sungai Long bena . masyarakat  mulai menetap di sungai Bena sekitar tahun 1960. 

Masyarakat suku kenyah Long Bena  membangun pemukiman di dataran Sungai Long Bena karena di lihat cukup untuk di jadikan pemukiman, Pada akhirnya masyarakat suku kenyah badeng Long Bena menetap hingga sampai saat ini di wilayah Sungai Long Bena dan menjadi salah satu desa yang otonom yang Bernama Desa Long Bena dengan jumlah penduduk  saat ini tahun 2025 sekitar 112 jiwa. selanjutnya  dari keterangan tokoh adat. dahulu sebagaian masyarakat Long Bena banyak melakukan perpindahan dari hulu sungai Lurah Menuju hilir tepatnya meuju kabupaten Berau yaitu Desa Bena Baru. saat ini di Berau sudah terdapat kampung Desa Long Bena Baru, yaitu desa dimana penduduk asli Long Bena yang perpindah darin hulu ke hilir bermukim. perpindahan dilakukan karena sulit akses yang ada di desa Long Bena yang menyebabkan kesulitan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan menjadi alasan utama masyarakat desa Long Bena Baru Melakukan Migrasi. Berikut dibawah Ini nama-Nama Pemimpin desa Long Bena Dari tahun Ke Tahun 

  1. Mering Liwai (1960/ Jaman Belanda)
  2. Incau Lawing (1991-2006)
  3. Johon ( 2007-2022)
  4. Desem Ngau (2023
Bagikan post ini: